Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya
bagi orang lain ( HR Buchari )
LEADER
1. Menentukan Arah (Visi) bagi Organisasi & strategi mencapainya
' di masa depan.
2. Menyelaraskan, menyampaikan arahan dengan perkataan & teladan
. hingga anggota tim mengerti, menerima visi & strategi tersebut.
3. Memberi Motivasi & Inspirasi, semangat kepada jajarannya untuk
. bisa menyelesaikan masalah terutama yang paling mendasar
. mengenai kebutuhan manusia.
MANAGER
1. Menyusun Rencana & Anggaran. Menetapkan rencana kerja, langkah
. detail dan sumber daya untuk mencapai visi yang ditetapkan.
2. Mengorganisir, membagi tugas & tanggung jawab, menetapkan struktur
. organisasi & orang2 yang mengisi berbagai posisi dalam struktur
. organisasinya, menetapkan prosedur & aturan main menciptakan
. sistem monitoring pekerjaan.
3. Mengendalikan Flow kerja. Memonitor hasil, mengidentifikasi
. penyimpangan, menyelesaikan masalah yang terjadi.
Subject Global :
1. leader is an Innovator, manager is an administrator
2. Leader Develops, manager maintains
3. Leader is an Original, manager is a copy
4. Leader focuses on people, manger focuses on system
5. Leader relies on trust, manager relies on control
6. Leader has long perspective, manager has short view
7. Leader asks what and why, manager asks how and when
8. Leader challenges it, manager accept status quo.
Leader does the right things, manager does things right
Subject Detail :
Essence ( Leader : Change, manager : Stability )
Focus ( Leader : Leading People, Manager : Managing Work )
Have ( Leader : Followers, manager : Subordinates )
Horizon ( Leader : Longterm, manager : Short term )
Seeks ( Leader ; Vision, Manager : Objectives )
Approach ( Leader : Sets direction, manager : Plans Detail )
Decision ( Leader : Facilitates, manager : Makes )
Power ( leader : Personal Charisma, manager : Formal authority )
Appeal to ( Leader : Heart, manager : Head )
Energy ( Leader : Passion, manager : Control )
Dynamic ( Leader : Proactive, manager : Reactive )
Persuasion ( Leader : Sell, manager : Tell )
Style ( Leader : Transformational, manager : Transactional )
Exchange ( Leader : Excitement for work, manager : Money for work )
Likes ( Leader : Striving, manager : Action )
Wants ( Leader : Achievement , manager : Results )
Risk ( Leader : Takes, manager : Minimizes )
Rules ( Leader : Breaks, manager : Makes )
Conflict ( Leader : Uses, manager : Avoids )
Direction ( Leader : New Roads, manager : Existing roads )
Truth ( Leader : Seeks, manager : Establishes )
Concern ( Leader : What is Right, manager : Being Right )
Credit ( Leader : Gives, manager : Takes )
Blame ( Leader : Takes, manager : Blames )
Abu Bakar RA pernah berkata, "Seorang pemimpin bagaikan pemanah. Dia menghimpun anak2 panah (dalam satu wadah supaya tidak bercerai berai ) dan membidikkan anak-anak panah itu pada sasaran yang tepat".
Dari pernyataan ini bisa diartikan, pemimpin atau amir atau istilah sekarang leader dalam kepemimpinan khususnya kolektif, harus memiliki kemampuan mengatur (memanage) agar jajaran tidak berserakan apalagi berpecah belah, menyelesaikan dengan tepat serta mengerahkan potensi yang ada untuk membidik target dengan tepat.
Secara Teori, Leadership dan manager memang bisa dibedakan. Namun
secara realitas keduanya sulit dipisahkan, bagaikan mata uang logam
yang memiliki dua sisi berbeda tapi tidak bisa dipisahkan. Seorang
leader seharusnya memiliki kemampuan manajemen, demikian pula sebaliknya.
Jadilah pemimpin bagi diri sendiri dan orang banyak seperti Rasulullah
SAW memimpin diri dan ummatnya. ( Disarikan dari dunia maya oleh Agus A.Musabiq )
Baca selengkapnya...
Reliability Centered Maintenance adalah Tool untuk menentukan Strategy Perawatan berdasarkan data-data input/expert/aktual di lapangan dengan output optimalisasi perawatan pada equipment / Functional Location tertentu.
Jumat, 30 Oktober 2009
Membedakan Leader & Manager
Selasa, 18 Agustus 2009
Melihat RCM dari dimensi yang berbeda
Dalam sebuah hadits, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda : “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju
batas shiratal mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya
untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan , hartanya
dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan dan badannya untuk
apa ia gunakan” (Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad
Darimi)
Ilmu, ya dari hadits diatas penulis mencoba memberi penekanan
pada Ilmu. Sebagai orang perawatan pabrik dengan jam terbang
yang cukup tinggi, tentunya tidak hanya sekedar melewatkan
ilmunya dimana setelah non aktif (pensiun), ilmu mengenai
perawatan mesin yang dipunyai seseorang juga hilang dari
peredaran.
Karena ilmu adalah satu dari beberapa pertanyaan yang harus
dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, maka selayaknyalah
jika kita mengatur ilmu kita agar bisa digunakan (bermanfaat)
untuk generasi berikutnya, bahkan diharapkan jika kita mampu
memberikan yang terbaik, tentunya ilmu kita akan digunakan
untuk kurun waktu yang lama / panjang. Sebagai Investasi
yang tidak terputus bagi hasilnya untuk para penanam modal
akhirat.
Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan
manusia kecuali bila manusia mengamalkannya Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Beramallah kamu
(dengan ilmu yang ada) karena tiap-tiap orang dimudahkan
menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya” (HR. Muslim)
Ada fasilitas untuk menyalurkan ilmu perawatan Mesin di
lingkungan Perawatan Pabrik PT Krakatau Steel ini, yaitu di
Software Reliability Centered Maintenance Turbo (RCM Turbo).
Dimana software ini merupakan Expert Sistem yang bisa
menampung, menyalurkan keahlian personil-personil Perawatan
agar bisa ter- aplikasi melalui Sistem IT ( SAP R3 ).
Selain peringatan yang Allah SWT berikan untuk orang-orang
yang tidak mau mengamalkan (mengaplikasikan) ilmunya, Allah
SWT juga memberikan "reward" bagi orang-orang yang mau
mengamalkan keilmuannya seperti dijelaskan dalam Hadits
Riwayat Muslim berikut :
Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari
tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat,
anak shaleh yang berdoa kepadanya (HR Muslim)
Tunggu apa lagi, mari kita manfaatkan sarana Investasi
Akhirat ini.
Baca selengkapnya...
Kamis, 13 Agustus 2009
D. Upload Data RCM dari RCM Turbo ke SAP R3 ( ZPM7002 ).
1. Pastikan data mdb yang akan diupload sudah memenuhi
standar minimal RCM. Yaitu yang sudah mengeluarkan output
nilai optimal dan sudah memilih rekomendasi frekuensi,
sistem perawatan & reliability terpenuhi (diatas 90%)
2. Pastikan format data mdb dari RCM Turbo sama dengan
format data RCM dari SAP R3. Terutama untuk table, query,
macros. Jika formatnya beda, lakukan transfer data (impor)
data (table, query, macros) dari format mdb SAP R3.
Atau mencangkok (merge) format mdb download dari R3
sebagai master dan file bahasan RCM sebagai sleeve.
Setelah digabungkan isi (PU) yang berasal dari download
R3 dihapus. Akan tetapi konfigurasi (table, query, macros)
sudah sama/sejenis dgn download dari R3.
3. Pastikan object type yang dibuat di RCM Turbo formatnya
sesuai dengan format yang ditetapkan di SAP R3. Contoh
Func.loc : HA-110-M010 atau jika equipment 10049484.
4. Pastikan PU (Productive Unit) dan MI (Maintainable Item)
yang ditetapkan datanya existing di R3. Data RCM Turbo bisa
di compare dengan list object type di SAP R3 di transaksi
IH08.
5. Jika Object type belum ada di sistem SAP, harus di
"create" terlebih dahulu. Create bisa dilakukan oleh
"role" key-user untuk equipment ( di T-code IE01)
Untuk Functional Location hanya bisa di create oleh
"role" super user ( di IL01 )Kelengkapan data yang
diperlukan untuk create object type ( FL/EQ) antara lain :
a. Code object type : KE-380-I010
b. Description object type : Instrument Thickness Gauge
for stand#1 CTCM
c. Parent object type : KE-380
d. Cost Center : 113446
e. Work Center : K1I525N
f. Planner group : K57
g. Katalog Profile : PM-GIN01
6. Deskripsi Task List harus diakhiri dengan tanda "~"
7. Lakukan penomoran Task List sesuai dengan jenisnya.
contoh : Task List Breakdown diawali dengan BD
Task List Preventive/Prediktive diawali dengan PM
Task List secondary action diawali dengan CM
Edit Task List diawali dengan E
Delete Task List diawali dengan X
Create New Task List diawali dengan N
Contoh : NPMKC0001
Task List create baru jenis PM milik CRM (K)
dengan nomor counter tasklist 0001.
Penomoran adalah kelanjutan dari Nomor Task List
Existing.Jika nomor Tasklist duplikasi. Sistem R3
tidak akan menerima nomor yg sama.
8. Mengidentifikasi nomor TaskList Existing dari SAP R3
dengan T-code IA08 Ketik T-Code IA08 di command field.
Input jenis Task List ( PM atau PD )
Input Plant ybs
Processing
Pilih informasi field tambahan yang diperlukan.
Transfer ke format excell.
9. Agar pembuatan nomor tasklist baru tidak duplikasi,
lakukan / bentuk group analisa RCM per Plant ( tiap
group bertanggung jawab pada line tertentu dalam satu
Plant ). Cantumkan kode Linenya contoh : NPMKE0002
Code E adalah identifikasi Line dari Plant CRM (K).
10. Pastikan start date sudah dicantumkan.
11. Jika analisa sudah final, check material spare part,
bandingkan dengan data existing di SAP R3.
Baca selengkapnya...
C. DownLoad Data RCM di SAP R3 ke Access mdb.( ZPM7003)
1. Ketik T-code ZPM7003 di command field.
2. Ketik lokasi penempatan data object type di file access mdb.
3. Ketik Object type ( Funcloc atau equipment ) contoh
KE-024-M020 atau KE-024* (untuk semua maintenance plan
welder CTCM CRM) atau 10049484 ( untuk equipment Welding
Dies Mechanical )
4. Processing.
Baca selengkapnya...
B. Analisa RCM pada Object Type di SAP R3. (ZPM7001)
Sebelum hasil analisa RCM dari software RCM Turbo diupload
ke SAP R3,harus dilakukan pengecekan object type tersebut
di R3. Pengecekan dilakukan di transaksi ZPM7001. Jika
object tersebut sudah mempunyai maintenance Plan maka harus
di "delete" terlebih dahulu agar "upload" bisa berhasil.
Jika tidak didelete maka upload akan gagal. Proses delete
di sistem (R3) bisa dilakukan dengan mendownload object tsb
melalui transaksi ZPM7003, kemudian di lakukan treatment sbb
1. Menyediakan tempat (file acces ---> mdb)
2. Download object tsb dari SAP R3 ke file mdb yang
disediakan.
3. Lakukan pengisian data pada field-field yang dibutuhkan
RCM Turbo
4. Pengisian mandatory adalah perubahan nomor Task List
contoh :
Nomor awal : PMK00001 diubah menjadi NPMK00001
( Pada awal nomor ditambahkan "N" ) sebagai code
program di R3 agar mengcreate nomor Task List tersebut.
Proses ini dilakukan untuk seluruh Task List yang di
download tersebut baik untuk jenis Tasklist Breakdown,
Primary Action ataupun Secondary Action.
5. Upload ke SAP R3 dengan transaksi ZPM7002.
Cara lain adalah dengan melakukan "delete" manual Task
List dan Maintenance Plan object tersebut melalui
transaksi IP02 atau IP05 Change/Delete Task List di
Transaksi IA06 atau di IA08
Baca selengkapnya...